CGP Itu Apa Sih? Yuk, Kenali Lebih Dalam Calon Guru Penggerak!
Pendidikan adalah tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, salah satu inisiatif revolusioner yang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mewujudkan transformasi pendidikan adalah Program Guru Penggerak. Nah, pasti banyak yang penasaran, apa sih sebenarnya Calon Guru Penggerak (CGP) itu? Yuk, kita bedah tuntas di artikel ini!
Image just for illustration
Memahami Esensi Calon Guru Penggerak (CGP)¶
Calon Guru Penggerak, atau yang sering disingkat CGP, adalah sebutan bagi para guru yang sedang menjalani program pendidikan kepemimpinan. Program ini dirancang khusus untuk melatih dan mempersiapkan para guru agar dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang berorientasi pada murid. Jadi, CGP itu bukan sekadar guru biasa, melainkan guru yang terpilih dan berkomitmen untuk melakukan perubahan positif di lingkungan sekolahnya.
Program Guru Penggerak ini berdurasi enam bulan dan menerapkan pendekatan blended learning. Para CGP akan belajar secara daring, mengikuti lokakarya, dan mendapatkan pendampingan individu dari pengajar praktik. Tujuannya jelas, yaitu untuk mencetak guru-guru hebat yang tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga mampu menggerakkan komunitas belajar dan menjadi agen transformasi pendidikan.
Filosofi di Balik Program Guru Penggerak¶
Konsep Guru Penggerak ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang menekankan pentingnya pendidikan yang memerdekakan dan berpihak pada murid. Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan harus menjadi tempat persemaian segala benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. Oleh karena itu, guru memiliki peran sentral sebagai “among” atau penuntun yang menuntun kodrat anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Dengan demikian, program CGP ini dirancang untuk memastikan bahwa guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menuntun murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya, serta mengembangkan potensi murid secara holistik. Inilah fondasi utama yang membuat program CGP menjadi begitu krusial bagi masa depan pendidikan di Indonesia.
Tujuan Utama Program Guru Penggerak¶
Program Guru Penggerak memiliki beberapa tujuan utama yang sangat strategis. Tujuan-tujuan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan individu guru, tetapi juga pada ekosistem pendidikan secara keseluruhan. Mari kita lihat lebih dekat apa saja target yang ingin dicapai program ini.
1. Mencetak Pemimpin Pembelajaran Berorientasi Murid¶
Tujuan pertama dan paling fundamental adalah menghasilkan guru-guru yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran. Artinya, guru tersebut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki visi kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan memberdayakan murid. Mereka didorong untuk memahami kebutuhan unik setiap murid dan merancang pembelajaran yang relevan dan menyenangkan.
Seorang pemimpin pembelajaran juga harus mampu menjadi teladan bagi murid-muridnya. Mereka diharapkan menunjukkan sikap yang mencerminkan profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif. Ini adalah inti dari transformasi yang ingin dicapai.
2. Menggerakkan Komunitas Belajar¶
Guru Penggerak tidak bekerja sendiri. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak bagi komunitas belajar di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ini berarti mereka harus mampu mendorong kolaborasi antar guru, berbagi praktik baik, dan menciptakan ruang diskusi yang konstruktif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Melalui program ini, CGP akan dibekali kemampuan untuk memfasilitasi rekan-rekan guru lainnya. Mereka akan menjadi agent of change yang mengajak guru-guru lain untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan tantangan pendidikan modern. Komunitas belajar yang aktif adalah kunci peningkatan mutu secara berkelanjutan.
3. Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila¶
Salah satu tujuan jangka panjang dari Program Guru Penggerak adalah terwujudnya profil Pelajar Pancasila pada diri murid. Dengan adanya guru-guru yang menjadi pemimpin pembelajaran dan penggerak komunitas, diharapkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dapat diinternalisasi oleh seluruh warga sekolah. Ini bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur.
Para CGP akan diajarkan bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila ke dalam setiap aspek pembelajaran dan kegiatan sekolah. Mereka akan menjadi arsitek ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademis, tetapi juga pada perkembangan holistik setiap individu murid.
4. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah¶
Pada akhirnya, semua tujuan di atas bermuara pada satu hal: peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh di sekolah. Dengan adanya guru-guru yang kompeten, inovatif, dan berjiwa kepemimpinan, proses belajar mengajar akan menjadi lebih efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Para CGP akan dibekali dengan strategi pembelajaran yang beragam, kemampuan refleksi diri, dan keterampilan untuk melakukan aksi nyata. Mereka diharapkan mampu mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengimplementasikan perubahan yang berdampak positif pada pengalaman belajar murid.
Siapa Saja yang Bisa Menjadi Calon Guru Penggerak (CGP)?¶
Program Guru Penggerak ini terbuka bagi guru-guru di seluruh Indonesia yang memenuhi kriteria tertentu. Kriterianya cukup ketat karena memang mencari individu yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin pendidikan. Jadi, siapa saja yang bisa mendaftar?
Image just for illustration
Secara umum, kriteria pendaftar CGP meliputi:
* Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN (guru honorer) yang memiliki SK pengangkatan dari kepala dinas/yayasan.
* Memiliki akun SIMPKB.
* Memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun (tergantung angkatan dan kebijakan).
* Berstatus sebagai guru aktif dan tidak sedang mengikuti diklat lain yang setara.
* Mempunyai komitmen kuat untuk mengikuti program secara penuh dan tuntas.
* Berusia tidak lebih dari 50 tahun (batasan usia bisa berubah sesuai kebijakan).
* Sehat jasmani dan rohani.
* Tidak sedang menjadi kepala sekolah/pengawas sekolah (kecuali pada angkatan tertentu dibuka untuk KS/Pengawas).
* Mampu beradaptasi dengan teknologi untuk pembelajaran daring.
Program ini mencakup guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Ini menunjukkan bahwa semangat perubahan dan kepemimpinan pembelajaran diperlukan di setiap tingkatan pendidikan. Penting untuk selalu memeriksa panduan pendaftaran terbaru dari Kemendikbudristek untuk detail kriteria yang paling akurat, karena sering ada penyesuaian di setiap angkatan.
Proses Seleksi Calon Guru Penggerak yang Ketat¶
Untuk menjadi seorang Calon Guru Penggerak, guru harus melewati serangkaian proses seleksi yang cukup ketat. Ini menunjukkan komitmen Kemendikbudristek dalam memilih individu terbaik yang benar-benar siap menjadi agen perubahan. Proses seleksi biasanya terdiri dari beberapa tahap:
Tahap 1: Registrasi dan Pengisian Esai¶
Pada tahap awal, calon pendaftar harus melakukan registrasi melalui portal resmi dan melengkapi data diri. Selain itu, mereka diwajibkan menulis esai yang berisi refleksi diri, motivasi mengikuti program, pengalaman mengajar, serta visi mereka tentang pendidikan dan peran guru. Esai ini menjadi kunci untuk mengetahui pemikiran dan komitmen calon pendaftar.
Tahap 2: Tes Bakat Skolastik¶
Peserta yang lolos seleksi esai akan mengikuti Tes Bakat Skolastik. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dasar, seperti penalaran logis, numerik, dan verbal. Meskipun terdengar seperti tes akademik, tujuannya adalah untuk melihat potensi dasar calon CGP dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Tahap 3: Simulasi Mengajar dan Wawancara¶
Ini adalah tahap krusial yang menguji kemampuan praktis dan kepribadian calon.
* Simulasi Mengajar: Peserta diminta untuk melakukan simulasi mengajar di depan asesor. Mereka harus menunjukkan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada murid, mengelola kelas, dan berinteraksi secara efektif. Penilaiannya meliputi kreativitas, penguasaan materi, hingga kemampuan adaptasi.
* Wawancara: Pada tahap wawancara, asesor akan menggali lebih dalam mengenai motivasi, komitmen, pengalaman, serta pandangan calon tentang berbagai isu pendidikan. Ini juga menjadi kesempatan bagi calon untuk menunjukkan potensi kepemimpinan dan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan program.
Setiap tahap seleksi ini memiliki bobot penilaian masing-masing dan hanya peserta terbaik yang akan lolos ke tahap berikutnya. Proses yang panjang ini memastikan bahwa hanya guru-guru yang paling siap dan berkomitmen yang akan diterima sebagai CGP.
Kurikulum dan Modul Pelatihan CGP¶
Setelah berhasil melewati seleksi ketat, para CGP akan memulai perjalanan pembelajaran yang intensif selama enam bulan. Kurikulum Program Guru Penggerak dirancang secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kepemimpinan pembelajaran. Pembelajaran dilakukan secara blended learning, menggabungkan aktivitas daring, lokakarya tatap muka, dan pendampingan individu.
Image just for illustration
Modul-modul yang dipelajari dalam program ini terbagi menjadi beberapa bagian utama:
Modul 1: Paradigma dan Visi Guru Penggerak¶
- 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara: Menggali pemikiran Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan masa kini.
- 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak: Memahami nilai-nilai dasar (mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, berpihak pada murid) dan peran yang harus diemban seorang Guru Penggerak.
- 1.3 Visi Guru Penggerak: Membangun visi pribadi yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan berpihak pada murid.
- 1.4 Budaya Positif: Menciptakan lingkungan sekolah yang positif, inklusif, dan mendukung pertumbuhan murid.
Modul 2: Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid¶
- 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi: Mempelajari cara merancang pembelajaran yang memenuhi kebutuhan beragam murid.
- 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional: Mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid dan guru.
- 2.3 Coaching dalam Supervisi Akademik: Mempelajari teknik coaching untuk mendukung pengembangan diri rekan sejawat.
Modul 3: Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah¶
- 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran: Mengasah kemampuan mengambil keputusan yang etis dan berdampak positif.
- 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya: Memanfaatkan sumber daya sekolah secara optimal untuk peningkatan mutu pembelajaran.
- 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid: Merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program sekolah yang berpihak pada murid.
Selama program, CGP akan didampingi oleh Fasilitator (yang memfasilitasi diskusi daring), Pengajar Praktik (yang memberikan pendampingan individu dan memfasilitasi lokakarya), serta Instruktur (pakar materi). Kombinasi pembelajaran ini memastikan CGP mendapatkan dukungan penuh dalam mengembangkan diri.
Peran dan Tanggung Jawab Guru Penggerak Setelah Lulus¶
Setelah menyelesaikan program dan dinyatakan lulus, seorang Calon Guru Penggerak akan secara resmi menyandang gelar Guru Penggerak. Gelar ini bukan sekadar predikat, melainkan amanah besar yang datang dengan serangkaian peran dan tanggung jawab. Lantas, apa saja yang harus dilakukan oleh seorang Guru Penggerak?
Image just for illustration
- Menjadi Agen Perubahan: Guru Penggerak diharapkan menjadi pionir perubahan di sekolah masing-masing. Mereka harus mampu mengidentifikasi masalah, menawarkan solusi inovatif, dan memimpin inisiatif perbaikan.
- Mendorong Kolaborasi: Mereka bertanggung jawab untuk membangun budaya kolaborasi antar guru, kepala sekolah, dan orang tua. Guru Penggerak harus menjadi jembatan komunikasi dan fasilitator diskusi positif.
- Mengembangkan Inovasi Pembelajaran: Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dari program, Guru Penggerak dituntut untuk terus mengembangkan metode dan media pembelajaran yang kreatif dan relevan. Mereka harus berani mencoba hal baru dan berbagi keberhasilan serta kegagalan mereka.
- Menjadi Mentor dan Coach: Guru Penggerak diharapkan dapat membimbing dan mendampingi rekan guru lainnya yang ingin mengembangkan diri. Mereka bisa menjadi coach yang membantu guru lain menemukan potensi dan solusi atas tantangan yang dihadapi.
- Aktif dalam Komunitas Belajar: Berperan aktif dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG), atau komunitas belajar lainnya untuk menyebarkan praktik baik dan membangun kapasitas guru secara kolektif.
- Potensi Kepemimpinan: Lulusan Guru Penggerak diprioritaskan untuk menjadi Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah. Hal ini sejalan dengan tujuan program untuk mencetak pemimpin pendidikan masa depan.
Peran-peran ini menunjukkan bahwa Guru Penggerak adalah figur sentral dalam ekosistem sekolah. Mereka adalah motor penggerak inovasi, pilar kolaborasi, dan teladan bagi seluruh warga sekolah. Dampak seorang Guru Penggerak tidak hanya terbatas pada kelasnya sendiri, melainkan menyebar ke seluruh sekolah, bahkan komunitas yang lebih luas.
Manfaat Menjadi Guru Penggerak¶
Bergabung dalam program CGP dan lulus menjadi Guru Penggerak menawarkan segudang manfaat, baik bagi individu guru, sekolah, maupun sistem pendidikan nasional secara keseluruhan. Mari kita ulas beberapa manfaat utamanya.
Bagi Guru Individu¶
- Pengembangan Kompetensi Profesional: Guru akan mendapatkan pelatihan intensif dalam kepemimpinan, pedagogi, dan inovasi. Ini akan sangat meningkatkan kualitas pengajaran dan keterampilan manajerial mereka.
- Jaringan Profesional yang Luas: Terhubung dengan sesama CGP, pengajar praktik, fasilitator, dan instruktur dari seluruh Indonesia akan membuka banyak peluang kolaborasi dan pertukaran ide.
- Peningkatan Karir: Lulusan Guru Penggerak memiliki prioritas dalam seleksi Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah, membuka jenjang karir yang lebih tinggi. Mereka juga diakui sebagai agen perubahan yang memiliki kredibilitas.
- Pengakuan dan Penghargaan: Menjadi Guru Penggerak adalah pengakuan atas komitmen dan potensi seorang guru dalam memajukan pendidikan. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi.
Bagi Sekolah¶
- Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Kehadiran Guru Penggerak membawa energi baru dan praktik-praktik terbaik ke dalam lingkungan sekolah, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.
- Terciptanya Ekosistem Belajar yang Positif: Guru Penggerak memprakarsai budaya kolaborasi, refleksi, dan inovasi yang menular kepada guru lain, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih dinamis dan suportif.
- Peningkatan Mutu Pendidikan Secara Keseluruhan: Dengan adanya lebih banyak guru yang berjiwa pemimpin dan agen perubahan, sekolah akan semakin siap menghadapi tantangan zaman dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Bagi Pendidikan Nasional¶
- Terciptanya Pemimpin Pembelajaran Adaptif: Indonesia akan memiliki lebih banyak pemimpin pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perubahan, berinovasi, dan menggerakkan komunitas untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.
- Pemerataan Kualitas Pendidikan: Dengan menyebarkan guru-guru transformatif di berbagai daerah, program ini berkontribusi pada pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri.
- Mewujudkan Merdeka Belajar: Guru Penggerak adalah pilar utama dalam mewujudkan filosofi Merdeka Belajar, di mana pembelajaran berpusat pada murid dan guru memiliki otonomi untuk berinovasi.
Tantangan dalam Perjalanan Menjadi Guru Penggerak¶
Meskipun menawarkan banyak manfaat, perjalanan menjadi Guru Penggerak bukanlah tanpa tantangan. Program ini menuntut komitmen, dedikasi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi.
- Manajemen Waktu: Dengan durasi 6 bulan dan aktivitas daring, lokakarya, serta pendampingan, CGP harus pandai mengatur waktu antara tugas program dan tugas mengajar di sekolah.
- Adaptasi Teknologi: Pembelajaran daring dan penggunaan Learning Management System (LMS) mungkin menjadi tantangan bagi beberapa guru yang belum terbiasa dengan teknologi.
- Mengimplementasikan Perubahan: Mengubah paradigma dan praktik di sekolah yang sudah mapan bisa menjadi tantangan tersendiri. Perlu kesabaran, persuasi, dan kemampuan memimpin tanpa menggurui.
- Dukungan Ekosistem Sekolah: Tidak semua sekolah atau rekan guru langsung menerima ide-ide baru. CGP perlu strategi untuk membangun dukungan dan kolaborasi.
- Tuntutan Refleksi Diri Berkelanjutan: Program ini sangat mendorong refleksi. Beberapa guru mungkin merasa kurang nyaman dengan tuntutan untuk terus merefleksikan praktik dan keyakinan mereka.
Namun, tantangan-tantangan ini juga merupakan bagian dari proses pembelajaran. Mengatasi tantangan tersebut akan semakin menguatkan mental dan keterampilan seorang CGP.
Fakta Menarik Seputar Program Guru Penggerak¶
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Program Guru Penggerak telah mengalami perkembangan pesat dan menunjukkan dampak yang signifikan. Hingga saat ini, sudah ada beberapa angkatan yang berhasil menelurkan ribuan Guru Penggerak di seluruh Indonesia.
- Peningkatan Partisipasi: Setiap angkatan menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar dan lulusan, menandakan antusiasme yang tinggi dari para guru.
- Persebaran Merata: Program ini menjangkau guru-guru dari Sabang sampai Merauke, termasuk daerah terpencil, yang menunjukkan komitmen Kemendikbudristek untuk pemerataan kualitas pendidikan.
- Dampak Nyata: Banyak testimoni dari sekolah dan dinas pendidikan yang melaporkan peningkatan kualitas pembelajaran dan munculnya inovasi berkat kehadiran Guru Penggerak.
- Lulusan CGP Jadi Kepala Sekolah: Angka kelulusan Guru Penggerak yang berhasil menjadi Kepala Sekolah terus meningkat, membuktikan keberhasilan program dalam mencetak pemimpin pendidikan.
Data terkini menunjukkan bahwa program ini terus berevolusi dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, menjadikannya salah satu inisiatif terpenting dalam sejarah pendidikan Indonesia modern.
Tips untuk Calon Pendaftar Calon Guru Penggerak (CGP)¶
Jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan ini, berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda mempersiapkan diri:
- Pahami Filosofi Program: Dalami pemikiran Ki Hajar Dewantara dan tujuan Merdeka Belajar. Ini akan sangat membantu dalam menulis esai dan menjawab wawancara.
- Refleksi Diri Secara Mendalam: Jujur dalam mengevaluasi pengalaman mengajar Anda. Apa yang sudah berhasil? Apa yang bisa ditingkatkan? Bagaimana Anda belajar dari kesalahan?
- Latih Kemampuan Berpikir Kritis: Baca banyak referensi, ikuti berita pendidikan, dan biasakan diri menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang.
- Asah Keterampilan Mengajar Inovatif: Eksplorasi berbagai metode pembelajaran yang berpusat pada murid. Cobalah menerapkan diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, atau penggunaan teknologi di kelas.
- Perkuat Komitmen dan Motivasi: Program ini berat, pastikan Anda memiliki motivasi yang kuat dan siap berkomitmen penuh selama 6 bulan. Diskusikan dengan keluarga dan pihak sekolah.
- Siapkan Dukungan Eksternal: Pastikan ada dukungan dari kepala sekolah dan rekan sejawat, karena itu akan sangat membantu kelancaran program Anda nanti.
- Manfaatkan Komunitas Guru: Bergabunglah dengan komunitas guru yang sudah ada (KKG/MGMP) atau cari informasi dari Guru Penggerak angkatan sebelumnya. Mereka bisa memberikan insight berharga.
- Jujur dan Otentik: Saat mengisi esai dan wawancara, jadilah diri sendiri. Tim seleksi mencari guru yang otentik dan memiliki integritas.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat, Anda memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari Calon Guru Penggerak selanjutnya!
Bagaimana CGP Mengubah Wajah Pendidikan di Indonesia¶
Kehadiran Calon Guru Penggerak, dan kemudian menjadi Guru Penggerak, secara perlahan tapi pasti telah mengubah wajah pendidikan di Indonesia. Pergeseran paradigma dari guru sebagai pengajar semata menjadi fasilitator dan pemimpin pembelajaran adalah inti dari perubahan ini. Kini, fokus tidak lagi hanya pada penyampaian materi, tetapi pada bagaimana murid bisa belajar secara aktif, mandiri, dan bermakna.
Banyak sekolah yang mulai menerapkan praktik baik yang digagas oleh Guru Penggerak, seperti pembelajaran berdiferensiasi, project-based learning, dan pengembangan budaya positif di sekolah. Mereka menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus berinovasi dan tidak takut mencoba hal baru. Dengan begitu, inovasi tidak hanya datang dari atas, tapi juga tumbuh dari bawah, dari guru-guru itu sendiri. Ini adalah fondasi kuat untuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih adaptif, relevan, dan berpusat pada murid.
Ini bukan sekadar program pelatihan, tapi sebuah gerakan. Gerakan yang mengajak guru-guru untuk berani melangkah, berani berubah, dan berani menjadi yang terdepan dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan ini, atau mungkin Anda sudah punya pengalaman menarik sebagai CGP atau Guru Penggerak? Yuk, bagikan pandangan dan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar