Panduan Lengkap CV: Apa Itu & Cara Bikin CV Killer Biar Dilirik HRD!

Table of Contents

Definisi CV: Lebih dari Sekadar Daftar Riwayat Hidup

CV atau Curriculum Vitae, kalau diterjemahkan dari bahasa Latin, artinya adalah “perjalanan hidup”. Tapi dalam konteks pekerjaan, CV itu bukan catatan perjalanan liburan kamu ya! CV adalah dokumen yang berisi ringkasan lengkap tentang kualifikasi, pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan seseorang. Dokumen ini menjadi senjata utama saat kamu melamar pekerjaan, beasiswa, atau bahkan program magang. Anggap saja CV itu personal branding kamu di atas kertas, eh, maksudnya di layar komputer.

Definisi CV: Lebih dari Sekadar Daftar Riwayat Hidup
Image just for illustration

CV itu penting banget karena jadi kesan pertama kamu di mata perekrut. Bayangkan, dalam sehari, perekrut bisa membaca ratusan CV. Nah, CV yang baik itu harus bisa menonjolkan dirimu di antara tumpukan CV lainnya. CV yang efektif akan membuat perekrut tertarik dan ingin mengenal kamu lebih jauh melalui tahap wawancara. Jadi, jangan anggap remeh pembuatan CV ya! Ini adalah investasi penting untuk karirmu.

Perbedaan CV dan Resume: Jangan Sampai Tertukar!

Seringkali orang bingung membedakan antara CV dan resume. Memang keduanya sama-sama dokumen yang berisi informasi tentang diri kamu untuk keperluan melamar kerja. Tapi, ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Perbedaan utama terletak pada panjang dan fokus isinya. Resume cenderung lebih ringkas, biasanya hanya satu halaman, dan fokus pada pengalaman dan keterampilan yang paling relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

Perbedaan CV dan Resume: Jangan Sampai Tertukar!
Image just for illustration

Sedangkan CV, seperti yang sudah dijelaskan di awal, lebih komprehensif. CV bisa lebih panjang dari satu halaman, bahkan bisa sampai beberapa halaman, karena mencakup semua detail riwayat hidup yang relevan. CV cocok digunakan untuk melamar posisi akademis, penelitian, atau pekerjaan di luar negeri, terutama di Eropa atau negara-negara persemakmuran Inggris. Kalau di Amerika Serikat, resume lebih umum digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan. Intinya, pahami dulu kebutuhan dan jenis pekerjaan yang kamu lamar, baru tentukan apakah kamu perlu membuat CV atau resume.

Kapan Harus Menggunakan CV?

CV lebih tepat digunakan dalam situasi-situasi berikut:

  • Melamar pekerjaan akademis atau penelitian: Posisi dosen, peneliti, atau postdoctoral biasanya membutuhkan CV karena menekankan pada riwayat pendidikan, publikasi ilmiah, dan pengalaman riset yang mendalam.
  • Melamar beasiswa atau hibah: Penyedia beasiswa dan hibah seringkali meminta CV untuk melihat rekam jejak akademik dan potensi kandidat secara menyeluruh.
  • Melamar pekerjaan di luar negeri, khususnya di Eropa atau negara persemakmuran Inggris: Di negara-negara ini, CV adalah standar untuk melamar berbagai jenis pekerjaan, tidak hanya posisi akademis.
  • Ketika diminta secara spesifik oleh perusahaan: Beberapa perusahaan, terutama perusahaan multinasional atau perusahaan dengan budaya Eropa, mungkin secara eksplisit meminta CV dalam proses lamaran kerja mereka.

Kapan Resume Lebih Cocok?

Resume lebih cocok digunakan dalam situasi-situasi berikut:

  • Melamar pekerjaan di sektor industri atau komersial: Untuk posisi-posisi seperti marketing, sales, finance, atau engineering di perusahaan-perusahaan umum, resume biasanya sudah cukup memadai.
  • Melamar pekerjaan di Amerika Serikat: Resume adalah format standar untuk melamar pekerjaan di berbagai sektor industri di Amerika Serikat.
  • Ketika ingin menonjolkan keterampilan dan pengalaman yang paling relevan: Jika kamu ingin membuat dokumen lamaran yang ringkas dan fokus pada poin-poin penting, resume adalah pilihan yang tepat.
  • Untuk fresh graduate atau pelamar dengan pengalaman kerja terbatas: Resume satu halaman biasanya cukup untuk meringkas informasi penting bagi fresh graduate atau mereka yang baru memulai karir.

Fungsi CV: Lebih dari Sekadar Tiket Wawancara

CV bukan cuma sekadar dokumen yang kamu kirim saat melamar kerja. CV punya fungsi yang lebih dalam, yaitu sebagai alat marketing diri kamu sendiri. CV adalah kesempatan pertama kamu untuk “menjual” kemampuan dan potensi kamu kepada perekrut. Fungsi utama CV tentu saja untuk mendapatkan panggilan wawancara, tapi lebih dari itu, CV juga berfungsi sebagai:

Fungsi CV: Lebih dari Sekadar Tiket Wawancara
Image just for illustration

  • Ringkasan Kualifikasi: CV merangkum semua kualifikasi penting kamu, mulai dari pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, hingga penghargaan yang pernah kamu raih. Ini memudahkan perekrut untuk melihat gambaran besar tentang kemampuan kamu.
  • Alat Personal Branding: CV adalah representasi tertulis dari brand diri kamu. Melalui CV, kamu bisa menonjolkan keunikan dan nilai jual diri kamu dibandingkan kandidat lain. Desain CV yang menarik dan isi yang relevan akan membantu kamu membangun personal brand yang kuat.
  • Dokumen Referensi: CV bisa menjadi dokumen referensi yang berguna untuk berbagai keperluan, tidak hanya untuk melamar kerja. Kamu bisa menggunakan CV untuk melamar beasiswa, mengikuti konferensi, atau bahkan untuk keperluan administrasi lainnya.
  • Persiapan Wawancara: Proses membuat CV juga bisa menjadi latihan yang baik untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Dengan merangkum riwayat hidup dan pencapaian kamu dalam CV, kamu akan lebih percaya diri dan siap menjawab pertanyaan-pertanyaan saat wawancara.

Jenis-Jenis CV: Pilih yang Paling Tepat untukmu

Seiring perkembangan zaman, jenis-jenis CV juga semakin beragam. Tidak hanya CV format tradisional yang monoton, sekarang ada berbagai pilihan format CV yang bisa kamu gunakan untuk menonjolkan diri. Jenis-jenis CV secara umum dapat dibedakan berdasarkan format penyajian informasi dan fokus kontennya. Berikut beberapa jenis CV yang umum digunakan:

Jenis-Jenis CV: Pilih yang Paling Tepat untukmu
Image just for illustration

1. CV Kronologis (Chronological CV)

Ini adalah jenis CV paling klasik dan paling umum digunakan. CV kronologis menyajikan informasi riwayat kerja dan pendidikan secara terbalik (reverse chronological order), dimulai dari yang terbaru. Jenis CV ini cocok untuk kamu yang memiliki riwayat karir yang stabil dan ingin menonjolkan perkembangan karir dari waktu ke waktu. Format kronologis memudahkan perekrut untuk melihat alur karir kamu secara jelas.

2. CV Fungsional (Functional CV)

CV fungsional fokus pada keterampilan dan kemampuan yang kamu miliki, bukan pada riwayat kerja secara kronologis. Jenis CV ini cocok untuk kamu yang career switcher, fresh graduate dengan pengalaman kerja terbatas, atau memiliki gap dalam riwayat karir. CV fungsional memungkinkan kamu untuk menonjolkan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar, meskipun pengalaman kerja kamu tidak linear atau tidak terlalu banyak.

3. CV Kombinasi (Combination CV)

CV kombinasi menggabungkan elemen dari CV kronologis dan CV fungsional. Jenis CV ini dimulai dengan bagian skill summary atau professional profile yang menonjolkan keterampilan dan pencapaian utama, kemudian diikuti dengan riwayat kerja dan pendidikan secara kronologis. CV kombinasi cocok untuk kamu yang ingin menonjolkan keterampilan sekaligus menunjukkan riwayat karir yang solid.

4. CV Kreatif (Creative CV)

CV kreatif menggunakan desain visual yang menarik dan out of the box untuk menonjolkan diri. Jenis CV ini cocok untuk kamu yang melamar pekerjaan di industri kreatif, seperti desain grafis, marketing, atau advertising. CV kreatif memungkinkan kamu untuk menunjukkan kreativitas dan skill desain kamu secara langsung melalui format CV itu sendiri. Namun, perlu diingat, CV kreatif tidak selalu cocok untuk semua jenis pekerjaan. Pastikan untuk menyesuaikan format CV dengan industri dan budaya perusahaan yang kamu lamar.

5. CV ATS-Friendly (Applicant Tracking System Friendly CV)

CV ATS-friendly dirancang agar mudah dibaca oleh sistem Applicant Tracking System (ATS) yang banyak digunakan perusahaan untuk menyaring lamaran kerja secara otomatis. CV ATS-friendly biasanya menggunakan format yang sederhana, teks yang mudah dibaca mesin, dan menghindari elemen desain yang rumit seperti tabel atau gambar. Jenis CV ini penting untuk kamu yang melamar pekerjaan di perusahaan besar yang menggunakan ATS.

Bagian-Bagian CV: Struktur Standar yang Perlu Kamu Ketahui

Meskipun jenis CV bisa beragam, secara umum, ada bagian-bagian standar yang perlu ada dalam sebuah CV. Bagian-bagian ini adalah komponen penting yang memberikan informasi lengkap tentang diri kamu kepada perekrut. Berikut adalah bagian-bagian utama dalam CV:

Bagian-Bagian CV: Struktur Standar yang Perlu Kamu Ketahui
Image just for illustration

1. Informasi Pribadi (Personal Information)

Bagian ini berisi data diri kamu, seperti:

  • Nama Lengkap: Tulis nama lengkap kamu dengan jelas dan benar.
  • Alamat Lengkap: Cantumkan alamat domisili kamu saat ini.
  • Nomor Telepon: Pastikan nomor telepon yang kamu cantumkan aktif dan mudah dihubungi.
  • Alamat Email: Gunakan alamat email profesional, hindari alamat email yang terlalu alay atau tidak formal.
  • Profil LinkedIn (Opsional): Jika kamu memiliki profil LinkedIn yang aktif dan profesional, sertakan link profil LinkedIn kamu.

2. Ringkasan Profil/Profil Profesional (Professional Profile/Summary)

Bagian ini bersifat opsional, tapi sangat direkomendasikan untuk disertakan. Ringkasan profil adalah paragraf singkat (3-5 kalimat) yang merangkum kualifikasi, pengalaman, dan tujuan karir kamu. Bagian ini berfungsi sebagai elevator pitch diri kamu di awal CV, menarik perhatian perekrut untuk membaca lebih lanjut.

3. Riwayat Pendidikan (Education)

Bagian ini mencantumkan riwayat pendidikan formal kamu, mulai dari pendidikan terakhir hingga pendidikan menengah atas (SMA/SMK). Urutkan riwayat pendidikan secara terbalik (terbaru di atas), dan sertakan informasi berikut:

  • Nama Institusi Pendidikan
  • Jurusan/Program Studi
  • Gelar yang Diperoleh
  • Tahun Masuk dan Tahun Lulus (atau perkiraan tahun lulus jika belum lulus)
  • IPK (jika relevan dan cukup tinggi)
  • Prestasi Akademik (opsional)

4. Pengalaman Kerja (Work Experience)

Bagian ini adalah bagian terpenting dalam CV, terutama jika kamu sudah memiliki pengalaman kerja. Cantumkan riwayat pengalaman kerja kamu secara terbalik (terbaru di atas), dan sertakan informasi berikut untuk setiap pengalaman kerja:

  • Nama Perusahaan
  • Jabatan/Posisi
  • Periode Kerja (bulan dan tahun mulai hingga bulan dan tahun selesai)
  • Deskripsi Pekerjaan (tanggung jawab dan pencapaian) - gunakan bullet points untuk memudahkan pembacaan.

5. Keterampilan (Skills)

Bagian ini mencantumkan keterampilan-keterampilan yang kamu miliki dan relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Keterampilan bisa dibagi menjadi dua kategori:

  • Keterampilan Keras (Hard Skills): Keterampilan teknis yang dapat diukur dan dipelajari, seperti kemampuan bahasa asing, programming, data analysis, graphic design, dll.
  • Keterampilan Lunak (Soft Skills): Keterampilan interpersonal dan intrapersonal yang berkaitan dengan kepribadian dan cara bekerja, seperti komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan, problem solving, dll.

6. Penghargaan dan Prestasi (Awards and Achievements)

Bagian ini opsional, tapi sangat baik untuk disertakan jika kamu memiliki penghargaan atau prestasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Cantumkan penghargaan akademik, penghargaan profesional, atau prestasi lainnya yang membanggakan.

7. Kegiatan Ekstrakurikuler dan Organisasi (Extracurricular Activities and Organizations)

Bagian ini opsional, tapi bisa menjadi nilai tambah, terutama bagi fresh graduate atau pelamar dengan pengalaman kerja terbatas. Cantumkan kegiatan ekstrakurikuler, organisasi kampus, atau kegiatan volunteer yang pernah kamu ikuti. Kegiatan ini menunjukkan soft skills, minat, dan passion kamu di luar bidang akademik.

8. Referensi (References)

Bagian referensi biasanya bersifat opsional dan bisa dicantumkan “tersedia atas permintaan” (references available upon request). Jika kamu ingin mencantumkan referensi, pastikan kamu sudah meminta izin terlebih dahulu kepada orang yang kamu jadikan referensi. Referensi sebaiknya adalah atasan atau dosen yang mengenal baik kemampuan dan kinerja kamu.

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Perekrut

Membuat CV yang efektif itu tricky, tapi bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa membuat CV yang menarik perhatian perekrut dan meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan panggilan wawancara. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

Tips Membuat CV yang Menarik Perhatian Perekrut
Image just for illustration

  1. Sesuaikan CV dengan Pekerjaan yang Dilamar (Tailor Your CV): Jangan gunakan satu CV generik untuk semua lowongan pekerjaan. Baca deskripsi pekerjaan dengan seksama, identifikasi kata kunci (keywords) penting, dan sesuaikan isi CV kamu agar relevan dengan persyaratan pekerjaan tersebut. Tonjolkan keterampilan dan pengalaman yang paling dicari oleh perekrut.
  2. Gunakan Format dan Desain yang Profesional dan Rapi: Pilih format CV yang mudah dibaca dan profesional. Gunakan font yang jelas, ukuran font yang proporsional, dan tata letak yang rapi. Hindari desain CV yang terlalu ramai atau font yang sulit dibaca. Untuk CV kreatif, pastikan desain tetap profesional dan tidak mengalahkan isi CV.
  3. Tulis dengan Bahasa yang Jelas, Ringkas, dan Padat: Perekrut biasanya hanya punya waktu singkat untuk membaca setiap CV. Gunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan langsung ke poin. Hindari kalimat yang bertele-tele atau jargon yang tidak perlu. Gunakan bullet points untuk mempermudah pembacaan deskripsi pekerjaan dan keterampilan.
  4. Tonjolkan Pencapaian, Bukan Hanya Tanggung Jawab: Dalam mendeskripsikan pengalaman kerja, jangan hanya menuliskan daftar tanggung jawab. Fokus pada pencapaian dan hasil yang kamu raih di setiap pekerjaan. Gunakan angka dan data (jika memungkinkan) untuk mengukur pencapaian kamu dan membuatnya lebih konkret. Contoh: “Meningkatkan penjualan sebesar 20% dalam 6 bulan.”
  5. Periksa Kembali Tata Bahasa dan Ejaan (Proofread): Kesalahan tata bahasa dan ejaan dalam CV adalah big no-no. Pastikan CV kamu bebas dari kesalahan ketik, tata bahasa, dan ejaan. Minta bantuan teman atau keluarga untuk membaca dan memeriksa CV kamu sebelum dikirim.
  6. Gunakan Kata Kunci yang Relevan (Keywords): Banyak perusahaan menggunakan ATS untuk menyaring lamaran kerja. Gunakan kata kunci yang relevan dengan industri dan pekerjaan yang kamu lamar dalam CV kamu. Kata kunci ini biasanya terdapat dalam deskripsi pekerjaan.
  7. Perbarui CV Secara Berkala (Update Regularly): Jangan biarkan CV kamu ketinggalan zaman. Perbarui CV kamu secara berkala setiap kali kamu mendapatkan pengalaman baru, keterampilan baru, atau penghargaan. CV yang up-to-date menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang proaktif dan selalu berkembang.
  8. Simpan CV dalam Format PDF: Format PDF memastikan format CV kamu tetap sama saat dibuka di komputer atau perangkat lain. Selain itu, format PDF juga lebih aman dan sulit untuk dimodifikasi oleh orang lain. Kecuali perusahaan meminta format lain, kirimkan CV kamu dalam format PDF.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Membuat CV

Meskipun sudah banyak panduan tentang cara membuat CV yang baik, masih banyak orang yang melakukan kesalahan umum dalam pembuatan CV. Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan meningkatkan kualitas CV kamu dan peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan impian. Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Membuat CV
Image just for illustration

  • CV Terlalu Panjang: Perekrut tidak punya banyak waktu untuk membaca CV yang terlalu panjang. Usahakan CV kamu ringkas dan padat, idealnya 1-2 halaman untuk profesional berpengalaman dan 1 halaman untuk fresh graduate. Hanya cantumkan informasi yang relevan dan penting.
  • Informasi Tidak Relevan: Jangan mencantumkan informasi yang tidak relevan dengan pekerjaan yang dilamar, seperti hobi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau informasi pribadi yang terlalu detail. Fokus pada informasi yang mendukung kualifikasi kamu untuk pekerjaan tersebut.
  • Desain CV Terlalu Ramai atau Tidak Profesional: Desain CV yang terlalu ramai, penggunaan warna yang berlebihan, atau font yang tidak profesional akan membuat CV kamu terlihat tidak serius. Pilih desain yang sederhana, profesional, dan mudah dibaca.
  • Kesalahan Tata Bahasa dan Ejaan: Kesalahan tata bahasa dan ejaan adalah kesalahan fatal yang menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail. Periksa CV kamu dengan teliti dan minta bantuan orang lain untuk proofread.
  • Tidak Menyertakan Informasi Kontak yang Jelas: Pastikan informasi kontak kamu (nomor telepon, email) tercantum dengan jelas dan benar. Jika perekrut tertarik dengan CV kamu, mereka harus bisa menghubungi kamu dengan mudah.
  • Menggunakan Alamat Email Tidak Profesional: Hindari menggunakan alamat email yang alay atau tidak formal. Buat alamat email profesional dengan menggunakan nama kamu sendiri.
  • Tidak Memperbarui CV: CV yang tidak up-to-date akan memberikan kesan bahwa kamu tidak proaktif dan tidak mengikuti perkembangan terbaru. Perbarui CV kamu secara berkala.

CV di Era Digital: Optimalkan Kehadiran Online Kamu

Di era digital ini, CV tidak hanya sekadar dokumen offline. CV juga bisa dioptimalkan untuk kehadiran online kamu, terutama di platform profesional seperti LinkedIn. Memiliki CV online dan offline yang saling melengkapi akan memperkuat personal branding kamu dan memperluas jangkauan pencarian kerja kamu.

CV di Era Digital: Optimalkan Kehadiran Online Kamu
Image just for illustration

LinkedIn sebagai CV Online

LinkedIn adalah platform media sosial profesional yang sangat penting untuk membangun jaringan dan mencari pekerjaan. Profil LinkedIn kamu bisa berfungsi sebagai CV online yang lebih interaktif dan dinamis. Pastikan profil LinkedIn kamu lengkap, up-to-date, dan profesional. Gunakan foto profil yang profesional, tulis headline dan summary yang menarik, dan cantumkan pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, serta rekomendasi dari kolega atau atasan.

Integrasi CV Offline dan Online

Integrasikan CV offline dan online kamu dengan mencantumkan link profil LinkedIn di CV offline kamu. Ini memudahkan perekrut untuk melihat profil LinkedIn kamu dan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang diri kamu. Sebaliknya, di profil LinkedIn, kamu juga bisa mencantumkan informasi kontak dan link ke portofolio online (jika ada).

CV Video: Inovasi di Dunia Rekrutmen

CV video adalah format CV yang semakin populer di era digital. Dalam CV video, kamu mempresentasikan diri kamu secara visual melalui video singkat (biasanya 1-3 menit). CV video cocok untuk industri kreatif atau pekerjaan yang membutuhkan skill komunikasi dan presentasi yang kuat. Meskipun belum sepopuler CV format teks, CV video bisa menjadi cara yang efektif untuk menonjolkan diri dan memberikan kesan yang lebih personal kepada perekrut.

Fakta Menarik Seputar CV yang Mungkin Belum Kamu Tahu

CV ternyata punya sejarah dan fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Mengetahui fakta-fakta ini bisa membuat kamu lebih menghargai pentingnya CV dan termotivasi untuk membuat CV yang terbaik. Berikut beberapa fakta menarik tentang CV:

Fakta Menarik Seputar CV yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Image just for illustration

  • CV Sudah Ada Sejak Abad ke-15: Konsep CV sebenarnya sudah ada sejak zaman Renaissance. Leonardo da Vinci, seorang seniman dan ilmuwan terkenal, dipercaya sebagai orang pertama yang membuat CV pada tahun 1482. CV da Vinci berupa surat lamaran kerja yang ditujukan kepada Duke of Milan, yang berisi daftar keterampilan dan kemampuannya sebagai insinyur militer.
  • Panjang CV Ideal Sebenarnya Debat Panjang: Tidak ada aturan baku tentang panjang CV ideal. Meskipun banyak yang merekomendasikan 1-2 halaman, beberapa ahli karir berpendapat bahwa CV bisa lebih panjang jika memang diperlukan untuk mencantumkan informasi yang relevan dan penting. Yang terpenting adalah kualitas isi CV, bukan panjangnya.
  • Perekrut Hanya Butuh Waktu Singkat untuk Membaca CV: Rata-rata perekrut hanya menghabiskan waktu sekitar 6-7 detik untuk membaca sebuah CV pada tahap awal penyaringan. Oleh karena itu, penting untuk membuat CV yang eye-catching, ringkas, dan mudah dibaca dalam waktu singkat.
  • ATS Semakin Canggih: Sistem ATS yang digunakan perusahaan untuk menyaring lamaran kerja semakin canggih. ATS modern tidak hanya mencari kata kunci, tapi juga bisa memahami konteks kalimat dan menilai relevansi pengalaman kerja dan keterampilan kandidat. Oleh karena itu, membuat CV ATS-friendly menjadi semakin penting.
  • CV Kreatif Bisa Jadi Bumerang: Meskipun CV kreatif bisa menonjolkan diri, format CV ini tidak selalu cocok untuk semua jenis pekerjaan. Untuk pekerjaan di industri yang lebih konservatif, CV kreatif justru bisa dianggap tidak profesional. Pertimbangkan industri dan budaya perusahaan sebelum memutuskan untuk menggunakan CV kreatif.

Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang apa itu CV, fungsi, jenis, bagian-bagian, tips membuat CV yang menarik, kesalahan yang harus dihindari, serta fakta-fakta menarik seputar CV. Membuat CV memang butuh usaha dan perhatian, tapi hasilnya akan sepadan dengan peluang karir yang lebih baik.

Bagaimana pengalamanmu membuat CV? Apakah ada tips atau trik lain yang ingin kamu bagikan? Yuk, diskusi di kolom komentar!

Posting Komentar